Wisata Alam Curug Dago Bandung



Keindahan alam yang disajikan oleh Bandung merupakan salah satu keindahan yang menjadi pesona negri Indonesia. Suasananya yang sejuk karena banyak dipenuhi hutan dan kebun teh menjadikan Bandung sebagai tujuan wisata alam yang selalu menyenangkan.

Selain itu, sawah-sawah yang hijau dan tertata rapi adalah daya tarik yang juga ditawarkan oleh Bandung. Walaupun banyak gedung-gedung bertingkat serta pusat-pusat perbelanjaan modern yang menelan biaya ratusan miliar bahkan hingga triliunan, namun Bandung tetap memiliki sisi kesejukan yang menawarkan suasana pedesaan yang asri.

Daerahnya yang berbukit dan bergunung-gunung, membuat Bandung memiliki banyak sumber air dan sungai. Salah satu kawasan yang banyak dikunjungi oleh para wisatawan adalah Taman Hutan Raya Juanda yang terkenal akan keindahannya. Di sekitar tempat ini ternyata terdapat sebuah curug atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan air terjun tepatnya berada di Dago.


Jika berkunjung ke Hutan Raya Juanda, tidak ada salahnya jika menyempatkan diri datang ke Taman Budaya Dago. Bandung memang tidak memiliki banyak objek wisata air terjun namun, air terjun yang ada di Bandung tetap memiliki daya tarik tersendiri. Layaknya air terjun yang lain, Air Terjun Dago juga merupakan objek wisata yang menarik dan menyajikan keindahan yang alami.

Air Terjun Dago bukanlah air terjun yang tinggi, karena air terjun ini hanya memiliki ketinggian sekitar 12 meter. Yang menjadikannya berbeda, tempat ini memiliki beberapa nilai sejarah yang berhubungan dengan negara Thailand.

Pesona Curug Dago

curug dago bandung
Pertama kali menginjakkan kaki di Dago, setelah melewati bukit dan Hutan Raya Ir. H. Juanda, tempat ini tampak masih sangat alami ditumbuhi berbagai pepohonan yang hijau dan dipenuhi dengan suara air yang terjun dari ketinggian. Lokasinya yang sedikit tersembunyi membuat kita harus sedikit berpetualang namun kelahan akan terbayar dengan menyaksikan suasana yang ada di tempat ini. Curug Dago muncul dari sebuah celah di antara tebing-tebing yang mengelilingi tempat ini. Dan terdapat sebuah bangunan yang cukup kontras berwarna merah terang dan krem.

Air Terjun Dago memiliki warna yang kecoklatan, artinya bahwa air di tempat ini tidak jernih dan tidak dianjurkan bagi Anda untuk mandi serta melakukan berbagai aktivitas.
Curug ini merupakan prasasti batu tulis peninggalan kerajaan Thailand yang pernah berkunjung pada tahun 1818 Masehi. Bangunan tersebut dirawat dan dijaga hingga kini sebagai salah satu bukti sejarah.

Lokasi Curug Dago

Terletak di Desa Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40135. Tempat ini berada sekitar 8 km dari pusat kota Bandung.

Akses Menuju Curug Dago

Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum untuk sampai ke objek wisata dago Bandung. Angkutan umum jurusan caringin - dago atau angkutan umum jurusan caringin - sadang serang juga bisa di gunakan.

Untuk bisa menikmati keindahan alam di curug dago kita bisa datang ke kawasan objek wisata dengan beberapa alternatif yang bisa Anda pilih. Pertama bisa melakukan perjalanan menuju terminal dago kemudian masuklah ke taman budaya ganesha dago atau yang biasa dikenal dengan dago tea house. Selanjutnya mulai dari sini kita hanya bisa menggunakan kendaraan roda dua atau berjalan kaki menuju ke objek wisata tersebut.

Jalur lain yang juga bisa di tempuh setelah sampai di terminal dago adalah, dengan mengambil jalur masuk yang berupa jalan setapak yang memiliki lebar 1 meter namun sudah diberi semen dan beton.

Fasilitas dan akomodasi

Tidak banyak fasilitas yang bisa pengunjung temukan di tempat ini karena objek wisata yang satu ini belum dikelola sepenuhnya oleh pemerintah kota Bandung. Walau demikian kita tidak membutuhkan banyak hal di tempat ini karena kita hanya datang untuk menikmati keindahan alam dan air terjun.
Jika Anda berasal dari luar daerah dan membutuhkan tempat menginap, Anda bisa mencari hotel di Bandung yang berlokasi di mana saja. Hotel yang berlokasi di pusat kota tentu saja menjadi pilihan tepat karena memiliki tempat yang strategis sehingga lebih mudah untuk pergi ke mana pun yang di inginkan. Keuntungan lain yang bisa Anda peroleh adalah banyaknya daftar hotel di Bandung yang memiliki fasilitas unik namun berharga murah yang dapat di pilih.

Berikut ini saran untuk memasuki area itu:

1. Menggunakan angkot: turunlah di Terminal Dago, teruskan dengan berjalan kaki. Berjalanlah dengan tenang, jangan berlarian. Jangan juga bercanda berlebihan. Tetap hati-hati.

2. Menggunakan motor: silakan berpikir. Mengingat di hadapan merupakan jalan yang menukik, saya rasa hanya pengendara yang sudah ahli yang bisa melaluinya. Jika belum berpengalaman melewati jalan serupa, sebaiknya parkirkan motor di atas (dititipkan kepada tukang ojek, misalnya). Jika yakin bisa membawa motor ke bawah, pastikan bahwa rem motor berfungsi baik.

3. Menggunakan sepeda: tuntun saja sepedamu. Pesepeda profesional sekalipun, saya ragu bisa turun dengan baik di jalan ini. Tuntunlah sepedamu sambil mengendalikan laju dengan rem belakang. Teruslah hati-hati.

Tidak terlalu jauh dari jalan menurun itu, beberapa meter di depan, masih di sebelah kiri, kita akan menemukan papan petunjuk Prasasti Curug Dago. Ya, kita harus masuk ke jalan di balik benteng itu. Jalan kecil berbeton yang hanya cukup untuk satu motor.
rute menuju prasasti batu tulis di Dago Bandung
Papan petunjuk prasasti.
Sesuai informasi dari papan itu, kita akan masuk ke area curug setelah berjalan 200 meter. Ikuti saja jalan itu sampai kita melihat pos abu-abu di sebelah kanan. Itulah pintu masuk (yang resmi).
cara ke Curug Dago
Di balik pepohonan, di sebelah kanan sebuah pos abu-abu terlihat. Itu pintu masuknya.
Karena masih satu pengelolaan dengan Tahura Djuanda (Dago Pakar) sama seperti Tebing Keraton, kita akan dikenakan tarif yang sama, Rp11.000,00 (per orang). Sementara, tarif membawa motor masuk adalah Rp5.000,00.

Pastikan kita mendapatkan tiket masuk beserta lembaran asuransi. Jaga baik-baik tiket itu dan jangan dibuang karena masih bisa digunakan untuk masuk ke Tahura Djuanda dan Tebing Keraton. Betul, satu tiket berlaku untuk tiga tempat wisata. Jangan sia-siakan!😀



Curug Dago 
Desa Dago, Kecamatan Coblong,
Kota Bandung, Jawa Barat 40135

Tarif Masuk
Rp. 11.000 ( Per Orang )
Rp. 5.000 ( Motor Masuk / Jasa parkir )


Referensi GoIndonesia , Selaras Memori

Micky R Saputra

No comments:

Post a Comment